Lukaku

21 Desember 2008

Sebenarnya Ku Tak Pernah Ada Rasa Cinta
Aku Tak Mengerti
Seolah Kau Beri Harapan Yang Pasti
Membuaiku Dengan Penuh Keindahan

Tanpa Disadari Cinta Itu Hadir
Dan Aku Tak Sanggup Menghindari
Kau Berikan Aku Kesejukan
Yang Tak Pernah Aku Rasakan Sebelumnya

Reff :

Tapi Ternyata Kau Ada Yang Memiliki
Sungguh Kau Buatku Kecewa
Aku Terluka Melihatmu Dengannya
Sungguh Ku Ingin Kau Menyadari

Tanpa Disadari Cinta Itu Hadir
Dan Aku Tak Sanggup Menghindari
Kau Berikan Aku Kesejukan
Yang Tek Pernah Aku Rasakan Sebelumnya

Back To Reff

Ingin Aku Untuk Melupakan Bayanganmu
Berhenti Untuk Mengejarmu… Ooo…Ooo

Back To Reff

PENGALAMAN SAAT KULIAH PTI

20 Desember 2008

Assalamualaikum Wr. Wb.
Salam sejahtera bagi kita semua

Q adalah lulusan dari sebuah SMA di Jayapura yang bernama SMA N 2 JAYAPURA

Gini ceritanya….

Pada saat pertama kali melihat buku tentang mata kuliah yang akan aku jalani, q tertarik dengan sebuah matkul yang katanya sich disingkat PTI
Setelah aku cari tahu ternyata itu adalah Pengantar Teknologi Informasi, APA ITU????? Pertanyaan besar muncul di benakku,
maklum qkan dari daerah yang cukup jauh, Kemudian pada saat pertemuan pertama seorang dosen masuk beliau bernama Bpk. Khakim Ghozali.

Beliau menjelaskan kontrak kuliah yang akan kami jalani, awalnya aku bingung APA ITU????? namun ada beberapa teman yang menjelaskan padaku tentang semua itu, Kemudian beliau menyebut PRAKTIKUM yang presentasi nilainya cukup besar… kembali muncul lagi APA ITU????? Sungguh ironis diriku ini hehehehehe…………., Kemudian beliau meninggalkan kelas dan kemudian masuklah seseorang yang aku pernah lihat pada saat martikulasi computer, namun q belum mengenalinya…. ternyata
Dia adalah Mas Agyl Ardi Rahmadi, yang kemudian menerangkan tentang praktikum APA ITU (sedikit terjawab), setelah itu Diperkenalkanlah Asprak-asprak yang akan membantu, mengawasi, menilai, dan membagi ilmu yang dimiliki kepada kami, tetapi q akui q sangat binggung karena selalu muncul kata APA ITU????? Dalam benakku hanya terfikir bahwa ini adalah orang-orang yang pintar dan bukan mahasiswa “sembarangan”.

1912200810131

1912200810101

191220081008 191220081009

Dan saya yakin bahwa seorang dosen akan sangat senang jika muncul pertanyaan-pertanyaan yang menantang dan menimbulkan inovasi-inovasi dari mahasiswa tersebut. Karena q slalu memperhatikan ekspresi dari dosen q yang selalu seperti merasa senang dan bangga…..cie…. setelah seluruh sesi presentasi berakhir, Cuma q rada sebel aja ama teman-teman yang kadang-kadang membuat kelas rebut pada saat dosen akan menjelaskan lebih rinci lagi dan akhirnya ada teman-teman q yang diusir dech ama Pak Khakim…. Semoga tak terulang lagi……Amien

Dan itu terjadi dikuliah PTI….,,,,,

Pengalaman Pada Saat Praktikum :

Untuk mengikuti praktikum seorang praktikan harus menyelesaikan tugas sebelum dan sesudah praktikum, tugas sebelum praktikum disebut sebagai Tugas Pendahuluan dimana bersifat sebagai tiket untuk mengikuti praktikum, sedangkan tugas sesudah praktikum disebut laporan praktikum dimana bertujuan unuk mengetahui seberapa mengertikah praktikan terhadap materi yang disampaikan.

Pada saat pertama kali mengikuti praktikum q sangat sulit untuk menyesuaikan diri karena yang kutahu tentang computer sangat sedikit bahkan aku baru tahu yang namanya internet, blog, maksudnya baru mau mencoba,
Untuk mengerjakan tugas pendahuluan pertama q sampe gak tidur semalaman waduh..,,, q berfikir apa q akan terus begini dengan ketidak tahuan q apa q dapat melewati perkuliahan ini dengan baik…

Timbul keinginan yang cukup besar untuk merubah diriku yang tidak tahu apa-apa menjadi orang yang tau…. Memang sulit tapi itulah hidup….

Do you want to success???? Decide it by your self
Itu adalah kata-kata yang terbesit dalam fikiranq

Mengikuti proses praktikum yang begitu panjang dengan ilmu pengetahuan yang teman-teman coba bagikan kepada kami selaku praktikan itu adalah sesuatu yang sangat berharga buat q karena sebenarnya dunia seperti inilah yang selama ini aku cari yaitu dunia Perkuliahan/Kampus

image014 10122008934 image018

Dimana terdapat banyak sekali….”something”……. yang tidak aku dapatkan di bangku sekolah apalagi letak geografis asal sekolah q yang cukup jauh…..semoga pengalaman q ini dapat membantu teman-teman semua dan berkat dukungan dari teman-teman, asprak, pokoknya banyak dech yang mau berbagi dengan q, q ucapkan terima kasih banyak atas bantuan dan ilmu yang telah teman-teman bagi ke q, walaupun perjalanan masih panjang setidaknya q merasa udah melewati awal masa perkuliahan q dengan cukup baik selanjutnya, q udah putuskan dalam diri q bahwa masa untuk beradaptasi sudah cukup dan sekarang adalah waktunya untuk bangkit dan meraih cita-cita yang diinginkan………..

BERJUANGLAH……….BERJUANGLAH……..


MARS SI merupakan salah satu pembangkit semangatku…

SALAM UNTUK SEMUA WARGA SISTEM INFORMASI ITS…..
WARNING…….,,,,,,,,,,,

Ini terungkap dari hati bukan rekayasa…

OPEN SOURCE

19 Desember 2008

images

Definisi Open Source

Agar suatu program dapat dikategorikan sebagai program yang Open Source, maka program tersebut harus memenuhi syarat-syarat yang terdapat dalam definisi Open Source secara bersamaan dan pada semua keadaan.

Definisi Open Source sendiri memiliki tujuan untuk melindungi proses Open Source dan menjamin perangkat lunak yang didistribusikan dengan menggunakan lisensi Open Source akan tersedia untuk peer review secara bebas dan dapat mengalami perbaikan terus menerus hingga dapat mencapai tingkat kehandalan serta menjaga kemungkinan menjadi produk yang Close Source.

Istilah dari Open Source sendiri tidak semata-mata hanya berarti adanya keterbukaan untuk mengakses Source Code perangkat lunak, namun sebenarnya memiliki cakupan arti yang lebih luas.

Definisi Open Source
Dari OSSData

Open source tidak hanya berarti bebasnya akses terhadap kode sumber. Syarat-syarat distribusi open source software harus memenuhi kriteria-kriteria berikut:

1. Distribusi Ulang Gratis
Lisensi distribusi tidak melarang pihak manapun untuk menjual atau memberikan software sebagai bagian dari distribusi software terpadu yang memuat program-program dari beberapa sumber yang berbeda. Lisensi seharusnya tidak mensyaratkan royalti atau biaya lain untuk hal tersebut.

2. Kode Sumber
Program harus menyertakan kode sumber, dan harus mengizinkan distribusi kode sumber sebagaimana distribusi bentuk terkompilasinya. Jika sebuah produk tidak didistribusikan dengan kode sumbernya, harus ada sarana yang terpublikasi baik untuk mendapatkan kode sumber dengan mudah. Kode sumber harus dalam bentuk yang memudahkan programmer untuk memodifikasi program tersebut. Bentuk intermediet, seperti output preprosesor atau translator tidak diperbolehkan.

3. Kerja Turunan
Lisensi harus mengizinkan modifikasi dan penerusan hasil kerja oleh orang lain, serta harus mengizinkannya untuk didistribusikan di bawah lisensi yang sama dengan software aslinya.

4. Integritas Penulis Kode Sumber
Lisensi dapat melarang kode sumber untuk didistribusikan ulang dalam bentuk termodifikasi hanya jika lisensi mengizinkan distribusi file-file tambahan beserta kode sumber untuk tujuan memodifikasi progran pada masa pembangunan. Lisensi harus secara eksplisit mengizinkan distribusi software yang dibangun dari modifikasi kode sumber. Lisensi mungkin mensyaratkan hasil kerja turunan untuk menggunakan nama atau versi yang berbeda dari software aslinya.

5. Tak Ada Diskriminasi terhadap Pribadi atau Golongan
Lisensi tidak boleh mendiskriminasi pribadi atau golongan manapun.

6. Tak Ada Diskriminasi terhadap Bidang atau Usaha Tertentu
Lisensi tidak boleh melarang siapapun untuk memanfaatkan program dalam bidang atau usaha tertentu. Misalnya, tidak boleh melarang program untuk digunakan di bidang bisnis, atau digunakan dalam riset genetika.

7. Distribusi Lisensi
Hak-hak yang dimiliki oleh program harus dapat diaplikasikan oleh semua orang yang menerima distribusi program tersebut, tanpa perlu penambahan lisensi oleh pihak-pihak yang bersangkutan.

8. Lisensi Tidak Spesifik untuk Satu Produk
Hak-hak yang dimiliki program bukan karena program tersebut menjadi bagian distribusi software tertentu. Jika program tersebut dipisahkan dari distribusi tersebut dan digunakan atau didistribusikan di bawah lisensi program, semua pihak yang menerima distribusi tersebut mempunyai hak yang sama sebagaimana hak yang dipunyai oleh distribusi software asal.

9. Lisensi Tidak Membatasi Software Lain
Lisensi tidak boleh melakukan pembatasan terhadap software lain yang didistribusikan bersama dengan software yang diberi lisensi. Misanya, lisensi tidak boleh memaksa agar semua program lain yang didistribusikan melalui medium yang sama harus merupakan open source software.

10. Lisensi Harus Netral terhadap Teknologi
Tidak ada syarat lisensi yang merupakan predikat dari suatu teknologi atau gaya antarmuka tertentu.

Kenapa open source?????????

mengapa kita menggunakan opensource dalam sistem operasi. Paling tidak ada beberapa keuntungan bagi kita ketika menggunakan opensource. Diantaranya yaitu:

a. Gratis

Dengan Opensource kita tidak diharuskan membeli sofware tersebut. Kita juga tidak perlu was-was bila sewaktu-waktu ada razia, terlebih jika kita menggunakannya untuk kepentingan bisnis.

b. Aman

Kasus sabotase pipa gas Rusia mungkin dapat diambil pelajaran (khususnya bagi pemerintah). Tentu kita tidak ingin seperti itu kan?

c. Relatif bebas virus

Ya, dengan menggunakan opensource, sistem operasi kita relatif bebas virus. Karena salah satu alasan para pembuat virus adalah “kebencian” akan hegemoni microsoft.

Yang perlu diingat, ada kata “relatif” pada poin ini. Jadi, masih ada kemungkinan (walau kecil) opensource terjangkit virus. So, waspadalah!!

d. Dapat dipelajari

Kita dapat mempelajari sistem yang ada dalam opensources secara utuh. Dengan begitu, kita sebenarnya “diajari” untuk membuat sistem operasi serupa atau bahkan lebih baik.

Meski demikian, menggunakan opensource tentunya juga memiliki kekurangan. Diantaranya adalah :

a. Tampilan agak kaku
Dari segi tampilan, sistem operasi opensource lebih kaku dibanding windows. APalagi jika dibandingkan dengan Mancintosh

b. Kurang universal
Ada sebagian aplikasi ataupun hardware yang hanya berjalan baik pada windows. Hal ini menjadi penyebab mengapa banyak orang yang akhirnya “kembali” ke sistem operasi bajakan, setelah “lelah” ngutak-atik agar aplikasi dapat berjalan baik di sistem operasi opensources.

c. Butuh konsentrasi lebih
Ya, jika di windows cukup “next-next-finish” untuk meng-install suatu aplikasi; tetapi jika di opensource kita harus membiasakan diri dengan text mode.

Pengembangan  Open Source

igos4

Jaringan Pusat Pendayagunaan Open Source Software (POSS Network) merupakan jaringan perguruan tinggi di Indonesia, yang bertujuan untuk mempercepat pendayagunaan OSS di masyarakat melalui berbagai kegiatan, antara lain:
1. Pemasyarakatan OSS,
2. Pelatihan OSS, dan
3. Dukungan penggunaan OSS.

Visi:
Membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, melalui penggunaan perangkat komputer (khususnya perangkat lunak komputer) yang legal.

Misi:
Membantu masyarakat untuk dapat lebih memanfaatkan perangkat komputer dengan menggunakan OSS sebaik dan semudah mungkin, melalui:
1. Pendayagunaan OSS sesuai dengan kebutuhan,
2. Sosialisasi OSS, dan
3. Pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan apresiasi, peningkatan pengetahuan dan keterampilan

Kebijakan program Indonesia Go Open Source (IGOS) bertujuan meningkatkan akselerasi pendayagunaan Open Source Software (OSS) dan memperkuat upaya infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).
Untuk itu ITS mendirikan pusat kegiatan yang berhubungan dengan OSS di kota Surabaya khususnya bagi komunitas Open Source di ITS dengan nama : POSS-ITS ”Pemberdayagunaan Open Source Software – ITS”.

System Operasi Open Source

Yang paling terkenal adalah linux

sistem operasi pesaing windows non LINUX yang akan meramaikan pentas persaingan OS

1. ReactOS
2. HAIKU (Open BeOS)

Sebenarnya masih banyak sistem operasi yang memiliki sifta serupa dengan linux yaitu
OpenSource namun karena kurangnya sosialisasi atau memang sistem tersebut diperuntukkan
oleh suatu komunitas tertentu Sebagai acuan beberapa sistem operasi yang memiliki sifat
Opensource dan dapat dijadikan alternative selain Linux adalah :
· Minix (Nenek moyang Linux)
· Plan 9 sistem operasi turunan Unix
· Open Solaris /Sistem operasi milik Sun
· Open Darwin sistem operasi yang digunakan untuk membuat    MacOSX
· OpenBSD

Referensi

Open Source Initiative http://www.opensource.org
Diperoleh dari http://osc.ugm.ac.id/ossdata/index.php?title=Definisi_Open_Source
http://www.poss.its.ac.id
http://www.poss.itb.ac.id
http://www.parvian.wordpress.com
http://vigilante2nd.blogspot.com/2008/05/sistem-operasi-open-source.html

TEKNOLOGI WEB

6 Desember 2008

WEB 1.0

Era pertama web dikembangkan (Web 1.0), dimana pengunjung hanya bisa mencari (searching) dan melihat-lihat (browsing) data informasi yang ada di web. Dalam hal ini pengunjung tidak ada proses input data ke website. Dan Web 1.0 adalah sebuah retronim,yang mengacu pada bagian dari World Wide Web, dan setiap model desain website yang digunakan sebelum kedatangan web 2.0 yang fenomenal. Ini adalah istilah umum yang digunakan untuk menjeaskan web sebelum ‘bursting of the dot-com bubble’ pada tahun 2001, yang dipandang oleh kebanyakan orang sebagai sebuah titik balik bagi internet,

Web 1.0 adalah sebuah retronim,yang mengacu pada bagian dari World Wide Web, dan setiap model desain website yang digunakan sebelum kedatangan web 2.0 yang fenomenal. Ini adalah istilah umum yang digunakan untuk menjeaskan web sebelum ‘bursting of the dot-com bubble’ pada tahun 2001, yang dipandang oleh kebanyakan orang sebagai sebuah titik balik bagi internet.
Terry Flew, pada bukunya “3rd Edition of New Media” menjelaskan apa yang dipercayainya sebagai perbedaan karakteristik antara Web 1.0 and Web 2.0.

“move from personal websites to blogs and blog site aggregation, from publishing to participation, from web content as the outcome of large up-front investment to an ongoing and interactive process, and from content management systems to links based on tagging (folksonomy)”

Flew mempercayainya sebagai faktor utama dari tren perubahan dasar yang menghasilkan kegilaan terhadap web 2.0 .

Perubahan dari Web 1.0 ke Web 2.0 dapat dilihat sebagai dampak dari perbaikan teknologi, yang diantaranya memasukkan perubahan-perubahan seperti “broadband, browser yang lebih baik, dan Ajax, hingga peningkatan platform aplikasi Flash dan pengembangan masal dari wigetisasi, seperti Flickr dan YouTube “.

Sebagaimana dengan pengaturan internet, perubahan dari Web 1.0 to Web 2.0 adalah akibat langsung dari perubahan sikap mereka-mereka yang menggunakan World Wide Web. Tren Web 1.0 menimbulkan kekhawatiran terhadap masalah privasi karena sifat one-way flow of information, melalui website yang mengandung ‘read-only’ material. Widespread computer illiteracy dan koneksi internet yang lambat menjadi batasan dalam berinternet, yang menggambarkan Web 1.0. Sekarang, selama Web 2.0, penggunaan web dapat dikategorikan sebagai desentralisasi dari konten website, yang saat ini dihasilkan dari ‘bottom-up’, dengan banyaknya pengguna yang berkontribusi dan produsen informasi, sebagaimana konsumen tradisional.

WEB 2.0

web2ball

Prinsip-prinsip Web 2.0
· Web sebagai platform
· Data sebagai pengendali utama
· Efek jaringan diciptakan oleh arsitektur partisipasi
· Inovasi dalam perakitan sistem serta situs disusun dengan menyatukan fitur dari pengembang yang terdistribusi dan independen (semacam model pengembangan “open source”)
· Model bisnis yang ringan, yang dikembangkan dengan gabungan isi dan layanan
· Akhir dari siklus peluncuran (release cycle) perangkat lunak
· Mudah untuk digunakan dan diadopsi oleh user

Era pengembangan web kedua (Web 2.0) di mana pengunjung mulai dapat melakukan interaksi dengan diatur oleh sistem yang ada pada web. Web 2.0 sendiri merupakan sebuah istilah yang pertama kali dicetuskan pada tahun 2003 oleh O’Reilly Media, dan dipopulerkan pada konferensi web 2.0 pertama di tahun 2004, mengacu pada generasi yang dirasakan sebagai generasi kedua layanan berbasis web, seperti situs jaringan sosial, perangkat komunikasi yang menekankan pada kolaborasi online dan berbagi antar pengguna. O’Reilly Media berkolaborasi dengan MediaLive International mempopulerkan istilah ini dalam berbagai konferensi sejak 2004, sehingga kemudian istilah ini semakin dikenal. Itulah mengapa istilah ini kemudian terkenal, dan seakan kemudian istilah ini merujuk pada suatu versi baru, atau babak baru di dunia web. Namun secara teknis istilah ini mengacu pada suatu pembaharuan, padahal sebenarnya tidak ada pembaharuan yang berarti pada proses teknisnya. Pembaharuan yang sebenarnya adalah pada bagaimana pengembang sistem menggunakan platform web itu sendiri. Web 2.0 merupakan sebuah revolusi bisnis dalam industri komputer yang terjadi akibat pergerakan Internet sebagai platform, dan suatu usaha untuk mengerti aturan-aturan agar sukses di platform tersebut.

Selain itu yang menjadi salah satu ciri khas dari Web 2.0 ini adalah inovasi dalam perakitan sistem serta situs telah disusun agar fitur menyatu dari pengembang dan terdistribusi secara independen. sumber: beritanet.com

WEB 3.0

Web 3.0 merupakan sebuah proyek pengembangan semantic web, yaitu sebuah sistem web yang dapat melacak setiap kaitan dari kata-kata yang terangkai, berkaitan dengan arti setiap kata yang dipakai. Tujuannya agar web dapat menjadi media umum untuk bertukar informasi melalui dokumen-dokumen yang bahasanya dapat dimengerti oleh sistem, sehingga para pengunjung web dapat dengan mudah mencari data yang tepat atau minimal berkaitan dekat dengan apa yang kita maksud. Web 3.0 sendiri merupakan sebuah realisasi dari pengembangan sistem kecerdasan buatan (artificial intelegence) untuk menciptakan global meta data yang dapat dimengerti oleh sistem, sehingga sistem dapat mengartikan kembali data tersebut kepada pengunjung dengan baik.

Jika ingin melihat akan seperti apa perkembangan web di masa depan, maka Web 3.0 adalah jawabannya. Terobosan ini merupakan bukti bahwa teknologi World Wide Web selalu berkembang.

Dunia maya (baca: Internet) telah banyak mempengaruhi kehidupan manusia dewasa ini. Semakin banyak orang yang menggantungkan perkembangan informasinya kepada Internet, sehingga teknologi yang dipergunakan dalam pembangunan sebuah situs web pun terus berkembang. Dari era pertama web dikembangkan (Web 1.0), dimana pengunjung hanya bisa mencari (searching) dan melihat-lihat (browsing) data informasi yang ada di web, kemudian bergeser pada era pengembangan web kedua (Web 2.0) di mana pengunjung mulai dapat melakukan interaksi dengan diatur oleh sistem yang ada pada web. Jenis interaksi yang dapat dilakukan pada era kedua ini antara lain untuk saling bertukar informasi (sharing), eksploitasi informasi, dan juga pembuatan komunitas-komunitas online seperti yang marak saat ini, seperti Friendster, Multiply, YouTube, dan lain-lain. Masing masing komunitas ini mempunyai kepentingannya sendiri dalam saling bertukar data maupun informasi yang mereka himpun. Dalam era inilah sebenarnya interaksi sosial dalam dunia maya mulai dikembangkan. Dan mulai dari era ini pulalah ide untuk mengembangkan aspek sosial sebuah web mulai dipikirkan.
Aspek sosial yang dimaksud, terutama adalah aspek interaksi. Bagaimana sebuah web dapat memberikan sebuah interaksi sesuai dengan kebutuhan informasi setiap pemakaianya, merupakan sebuah tantangan utama dikembangkannya versi Web 3.0 ini. Walaupun hanya bersifat virtual 3D, namun ternyata banyak yang mengharapkan perkembangan teknologi web ini dapat memenuhi kebutuhan setiap bidang informasi, bahkan setiap orang yang mengunjunginya.

Web 3.0 sendiri merupakan sebuah proyek pengembangan semantic web, yaitu sebuah sistem web yang dapat melacak setiap kaitan dari kata-kata yang terangkai, berkaitan dengan arti setiap kata yang dipakai. Tujuannya tentu saja agar web dapat menjadi media umum untuk bertukar informasi melalui dokumen-dokumen yang bahasanya dapat dimengerti oleh sistem, sehingga para pengunjung web dapat dengan mudah mencari data yang tepat atau minimal berkaitan dekat dengan apa yang kita maksud. Web 3.0 sendiri merupakan sebuah realisasi dari pengembangan sistem kecerdasan buatan (artificial intelegence) untuk menciptakan global meta data yang dapat dimengerti oleh sistem, sehingga sistem dapat mengartikan kembali data tersebut kepada pengunjung dengan baik.
Saat ini adaptasi Web 3.0 mulai dikembangkan oleh beberapa perusahaan di dunia seperti secondlife, Google Co-Ops, bahkan di Indonesia sendiri juga sudah ada yang mulai mengembangkannya, yaitu Li’L Online (LILO) Community.
Permasalahan lain yang potensial muncul adalah, sebagai teknologi masa depan, Web 3.0 juga membutuhkan kecepatan akses Internet yang memadahi dan spesifikasi komputer yang tidak enteng, hal ini disebabkan tak lain karena teknologi ini secara visual berbasis 3D. Sedangkan seperti yang kita tahu biaya akses Internet dengan kecepatan tinggi di Indonesia ini masih terbilang mahal bagi masyarakat umum. Belum lagi jika dihitung dari biaya spesifikasi perangkat komputer yang dibutuhkan, mungkin masyarakat Indonesia yang ingin menikmati kecanggihan layanan berbasis teknologi Web 3.0 masih harus menarik nafas penjang. Namun karena Web 3.0 sendiri masih dalam pengembangan, seiring dengan berlalunya waktu sebagai masyarakat Indonesia kita masih bisa mengharapkan bahwa biaya komunikasi, dalam hal ini koneksi Internet kecepatan tinggi akan semakin murah nantinya, sehingga terjangkau bagi masyarakat luas.(dna) – beritanet.com

PERBANDINGAN

Sebenarnya tidak ada kesepakatan adanya versi dalam aplikasi web, namun untuk memudahkan pembahasan dan menandai munculnya perkembangan teknologi web, banyak praktisi yang memberi label Web 1.0 dan Web 2.0. Perbandingan di bawah ini dibuat dari berbagai sumber agar dapat menjelaskan perbedaan antara Web 1.0 dengan Web 2.0 dengan lebih sistematis.

No.     Perbandingan                 Web 1.0                          Web 2.0
1   Perilaku pengguna       Membaca                     Menulis
2   Pelaku utama                 Perusahaan                Pengguna
3   Hubungan dengan server        Client-server            Peer to peer
4   Bahasa pemrograman penampil konten      HTML            XML
5  hub penerbit-pengguna  Searah      Dua arah/ Interaktif

6 Pengelolaan konten Taksonomi/direktori      Folksonomi/penanda/tag
7 Penayangan berbagai kanal informasi Portal RSS          Sindikasi
8 Hubungan antar pengakses Tidak ada      Berjejaring
9 Sumber konten      Penerbit/pemilik situs      Pengguna

Perbandingan aplikasi Web 1.0 dengan Web 2.0 digambarkan Chris Wolz (2008) dalam sebuah presentasi seminar tentang Web 2.0 dan Media Sosial. Ia menggambarkan hubungan yang searah, statis, dan saling berdiri sendiri antara pemilik/penerbit situs dengan pembacanya dengan fokus adalah “saya” sebagai pemilik situs dan situs itu sendiri. Dalam aplikasi Web 2.0, terdapat hubungan yang saling berjejaring antara pemilik maupun pembaca, bahkan “Anda” sebagai pembaca adalah fokus.

Chris Wolz, “Web 1.0 vs Web 2.0: It’s All About You”, Presentasi pada Web Executive Seminar: Social Sites for Social Goods, 26 Februari 2008

Lahir tiga tahun lalu dari hasil imbal wacana antara O’Reilly dan MediaLive International, Web 2.0 makin hari makin bergulir. Hanya dalam satu setengah tahun, lebih dari 9,5 juta halaman web dicatat Google mengandung nama ini. Meski diterima banyak kalangan, tak sedikit yang mencibir bahwa istilah ini cuma kerjaan orang tehnikal yang lagi gandrung-grandrungnya dengan teknologi sehingga melahirkan kategorisasi yang bodoh dan tidak dipahami publik. Perdebatan akan masih terus berlanjut. Meski demikian, untuk memahami Web 2.0, saya ceritakan dulu bagaimana mahkluk ini mewujud.

Pebisnis internet pasti paham bahwa 2001 adalah tahun kelam dotcom. Saat itu memang sebagian besar dotcom yang menghiasi pentas bisnis tiga tahun sebelumnya dan menjadi primadona investasi dunia, tiba-tiba rontok, bertumbangan dan mati. Dotcom boom berubah menjadi Dotcom crash atau dotcom doom. Banyak yang menangis, terutama para investor.
Namun, di balik kehancuran itu O’Reilly dan MediaLive International melihat bahwa
masih ada dotcom yang lolos dari jebakan maut. Setelah dianalisa, dotcom tersebut memiliki ciri yang sama. Dan ciri-ciri itu tidak dimiliki oleh para almarhum dotcomers. Apakah kehancuran dotcomers lama dan lahirnya jenis dotcomer baru menandai lahirnya generasi baru web? Begitulah pertanyaan Dale Doughterty. Mungkin pionir web dan VP O’Reilly ini terinspirasi oleh proses seleksi alam Charles Darwin: begitu ada generasi yang punah, akan muncul generasi baru yang lebih tangguh. Untuk mempermudah kategorisasi, Doughterty menyebut generasi baru itu Web 2.0.

Inilah contoh-contoh lompatan generasi Web 1.0 ke 2.0.

Web 1.0 —> Web 2.0

Personal website —> Blogging
Britanica Online —> Wikipedia
Page views —> Cost per click
Publishing —> Partisipasi
Direktori (taxonomy) —> tagging (folksonomi)
Stickiness —> sindikasi
Screen tapping —> web service

Kunci Perbedaan

Menurut Wikipedia, yang menjadi kunci perbedaan dalam Web 2.0 dan Web 1.0 adalah keterbatasan pada Web 1.0 yang mengharuskan pengguna internet untuk datang ke dalam website tersebut dan melihat satu persatu konten di dalamnya. Sedangkan Web 2.0 memungkinkan pengguna internet dapat melihat
konten suatu website tanpa harus berkunjung ke alamat situs yang
bersangkutan. Selain itu, kemampuan Web 2.0 dalam melakukan aktivitas drag and drop, auto complete, chat, dan voice seperti layaknya aplikasi desktop, bahkan berlaku seperti sistem operasi, dengan menggunakan dukungan AJAX atau berbagai plug-in (API) yang ada di internet. Hal tersebut akan merubah
paradigma pengembang sofware dari distribusi produk menjadi distribusi layanan. Sedangkan karakter lainnya, kolaborasi dan partisipasi pengguna, ikut membantu memperkuat perbedaan pada Web 2.0.

web11

web2

Tim O’Reilly sebagai orang yang memperkenalkan istilah Web 2.0 sebenarnya pun tidak mengatakan bahwa Web 2.0 sama sekali berbeda. Ia mengakui bahwa Web 2.0 merupakan aplikasi berbasis web yang diperkaya oleh serangkaian aplikasi lain. Dalam artikelnya yang bersejarah dan banyak dikutip untuk menjelaskan Web 2.0 [2], ia menekankan tentang perubahan paradigma dalam menggunakan aplikasi web, yaitu:

1. Arsitektur yang memampukan partisipasi. Sebelumnya konten web hanya menayangkan tanpa diikuti aplikasi yang memungkinkan pembaca secara langsung menanggapi dan menayangkan tanggapannya. Demikian pula halaman Web 1.0 tidak mengijinkan pembaca secara langsung menayangkan konten mereka sendiri.

2. Mengumpulkan kekayaan intelektual bersama. Pembaca yang menanggapi artikel dan menyumbangkan artikel tanpa harus tahu pemrograman HTML menjadikan semakin banyaknya konten yang bermanfaat jika dikumpulkan. Google, Yahoo, Flickr, Youtube, dan Wikipedia merupakan perusahaan-perusahaan yang awalnya kecil menjadi sangat besar dari mengumpulkan konten yang ada di internet.

3. Pengaruh jaringan menjadikan konten suatu web yang mulanya sedikit menjadi berlipat ganda dalam waktu singkat. Ketika seseorang menayangkan artikel atau kontennya dan ditanggapi oleh orang lain yang juga mengakses konten, maka semakin banyak lalulintas pengakses. Hal itu terutama terjadi pada jaringan sosial seperti Facebook, Friendster, dan MySpace.
Pengertian Web 2.0 yang mulanya berpusat pada konsumen pembaca/pengakses secara personal berkembang dan mulai berpusat pula pada pengguna korporat. Menurut Coach Wei (2006) Web 2.0 yang berpusat pada konsumen ia sebut Consumer 2.0 berkembang menjadi Enterprise 2.0. Aplikasi Web 2.0 yang awal perkembangannya didominasi untuk memampukan pembaca berinteraksi dengan pembuat berita dan pembaca lainnya, dalam Enterprise 2.0 aplikasi tersebut digunakan untuk mendukung operasi perusahaan. Misalnya untuk kegiatan iklan dengan adanya Google Adsense dan kegiatan humas dibantu adanya blog korporat [3].

referensi:
[1] http://www.ibm.com/developerworks/podcast/dwi/cm-int082206txt.html
[2] http://www.oreillynet.com/pub/a/oreilly/tim/news/2005/09/30/what-is-web-20.html
[3] Wei, Coach, Web 2.0 Re-examined: Paradigm Shift, Technology Stack, and Business Value, www.coachwei.com, 2006

Perbedaan Information Systems (IS) dengan jurusan komputer lainnya

16 November 2008

Apakah bedanya antara jurusan computer engineering (CE), computer science (CS), information systems (IS), information technology (IT) dan software engineering (SE)?

SEJARAH SINGKAT PERKEMBANGAN DUNIA TEKNOLOGI

Mengacu pada Dokumen ‘Computing Curricula 2005′

Pra 1990-an
Sebelum tahun 1990-an, tepatnya sekitar tahun 1960-an, disiplin ilmu yang berkembang masih sangat sederhana. Untuk urusan utak-atik hardware, dapat memilih electrical engineering (EE).

Kemudian, masih di masa yang sama, CS lebih banyak bermain di rekayasa software, sedangkan IS lebih kepada mengeksplorasi manfaat hardware dan software untuk membantu menyelesaikan problem bisnis.

Dengan semakin berkembangnya teknologi mikroprosesor berbasis chip (chip-based) yang dimulai pada pertengahan 1970-an, maka secara perlahan CE menjadi suatu ilmu dengan spesialiasi khusus, yang merupakan pemekaran dari EE.

Pasca 1990-an

Singkat kata, akhirnya berbagai disiplin ilmu dalam rumpun perkomputeran saling membentuk diri mengikuti perkembangan jaman. CE menjadi semakin solid dan terpisah dari EE. Kemudian CS berkembang demikian pesat, sehingga disiplin ilmu SE yang sebelumnya berada di dalamnya, akhirnya menjadi mandiri.

Alasannya, karena dibutuhkan suatu keahlian yang sangat spesifik untuk dapat menghasilkan sebuah software yang baik. Saat itu mulai meluas kesadaran bahwa pembuatan software yang baik adalah sangat sulit, sangat mahal dan sangat diperlukan.

Kemudian IS juga berkembang seiring dengan tuntutan dunia bisnis yang membutuhkan kehandalan pengelolaan hardware dan software dalam mendukung kinerjanya. Bagaimana dengan IT?

Disiplin ilmu IT berkembang pada era akhir 1990-an. Ilmu IT berkembang lantaran diperlukan satu disiplin ilmu lagi dalam dunia per-komputer-an yang akan membantu suatu organisasi atau institusi dalam menjamin kelayakan infrastruktur komputer dikaitkan dengan kesiapan dari sisi internal, semisal kesiapan sumber daya manusia terkait.

DESKRIPSI ILMU
- Computer Engineering (CE) mempelajari antara lain tentang bagaimana mendisain dan merancang konstruksi komputer dan sistem berbasis komputer yang baik. Ilmu yang terlibat adalah tentang hardware, software, komunikasi dan tentu saja memahami proses interaksi antar bagian tersebut.

- Computer Science (CS) mempelajari antara lain tentang bagaimana mengembangkan robotik, computer vision, intelligence system, bio-informatika, dan hal-hal lainnya yang terkait dengan pengembangan komputer kedepannya. Untuk itu, ilmuwan komputer ini harus memelajari berbagai hal secara teoritis hingga dasar-dasar algoritma dan mengetahui cara mengimplementasikannya.

- Information Systems (IS) mempelajari antara lain tentang bagaimana membangun dan mengintegrasikan solusi teknologi informasi dengan proses bisnis yang ada, sehingga suatu institusi bisnis akan dapat mencapai tujuannya dengan efektif dan efisien

- Information Technology (IT) mempelajari antara lain tentang bagaimana sebuah sistem informasi di sebuah institusi sudah tepat keberadaannya, berfungsi sesuai harapan, mudah dalam pengaturan operasional, serta aman.
Selain itu aspek non-teknis semisal memahami kebutuhan dari
pengguna akhir, menterjemahkan kebutuhan manajemen, dan hal-hal praktis lainnya juga dipelajari.

- Software Engineering (SE) mempelajari antara lain tentang bagaimana merancang-bangun dan memelihara sebuah sistem software yang reliabel, efisien, efektif serta mudah dikembangkan dan dapat memenuhi kebutuhan dari kustomer atau pengguna.

Adaptasi dan acuan kurikulum di Indonesia adalah :
1. Computer Science untuk program studi (jurusan) Teknik Informatika atau Ilmu Komputer
2. Computer Engineering untuk program studi (jurusan) Sistem Komputer atau Teknik Komputer
3. Information System untuk Sistem Informasi atau Manajemen Informatika

Sedangkan Sofware Engineering dan Information Technology, di Indonesia dianggap bukan merupakan program studi (jurusan) karena masih bisa masuk salah satu bagian dari Teknik Informatika atau Ilmu Komputer.
Semua jurusan (program studi) sebenarnya memiliki mata kuliah yang boleh dikatakan “sama”, hanya pembobotannya berbeda. Bobot inilah yang nanti menentukan jalur karir dan bidang kerja lulusan. Kompetensi lulusan setiap jurusan biasanya di desain seperti di bawah ini :

1. Computer Engineering (CE) (Jurusan Sistem Komputer atau Teknik Komputer) diharapkan menghasilkan lulusan yang mampu mendesain dan mengimplitasikan sistem yang terintegrasi baik software maupun hardware.
2. Computer Science (CS) (Jurusan Teknik Informatika atau Ilmu Komputer) diharapkan menghasilkan lulusan dengan kemampuan yang cukup luas dimulai dari penguasaan teori (konsep) dan pengembangan Software.
3. Information System (IS) (Jurusan Sistem Informasi atau Manajemen Informatika) diharapkan menghasilkan lulusan yang mampu menganalisa kebutuhan (requirement) dan proses bisnis (business process), serta mendesain sistem berdasarkan tujuan dari organisasi.
4. Information Technology (IT) diharapkan menghasilkan lulusan yang mampu bekerja secara efektif dalam merencanakan, mengimplementasikan, mengkonfigurasi dan memaintain infrastruktur     teknologi informasi dalam organisasi.
5. Software Engineering (SE) diharapkan menghasilkan lulusan yang mampu mengelola aktifitas pengembangan software berskala besar dalam tiap tahapannya (software development life cycle)

Computing Curricula membuat suatu komparasi umum dan pembobotan mata kuliah tiap jurusan dengan visualisasi grafis seperti di bawah. Sumbu horizontal menggambarkan arah pengembangan (apakah lebih teoritis atau lebih praktis), sedangkan sumbu vertikal menggambarkan topik dan desain mata kuliah yang diajarkan. Pembobotan ditandai dengan warna abu-abu tua pada visualisasi gambar berikut

ce1

cs

is

it

se

Catatan:

Dokumen ‘Computing Curricula 2005′ tersebut dapat didownload di Sini http://www.acm.org/education/curric_vols/CC2005_Final_Report2.pdf (887 kb).

Menurut saya Sistem Informasi adalah lebih mengarah ke penerapan komputer untuk dunia business dan manajemen, sedangkan sistem komputer lebih mengarah ke belajar perangkat keras (hardware) komputer. Yang ini menurut saya lebih mirip-mirip ke jurusan elektro digital yang tanggung, sedangkan Sitem Informasi kadang-kadang ilmunya mendekati bidang ekonomi setengah hati.

Sebenarnya ada bidang (jurusan) lain yang juga mengarah ke rumpun komputer seperti : Komputer akuntansi, komputer perbankan, dsbnya. Tapi saya pikir itu versi lain aja dari jurusan Sistem Informasi yang lebih dikonsentrasikan ke penerapan lebih khusus.

Berkaitan dengan istilah “Sistem Informasi”, saya ingin komentar sedikit :

Di bidang komputer, tingkatan orang-orang yang menguasai di bidang ini ada jenjangnya yaitu [dengan urutan] : Operator (paling rendah), Programmer (kedua) dan Analyst (tertinggi). Tetapi ini kadang di “pleset” kan dan membuat banyak orang salah faham (kadang disengaja) yg menyatakan bahwa jurusan Sistem Informasi adalah penghasil seorang “analyst”, jurusan informatika penghasil “programmer” dan “Teknisi” untuk jurusan Sistem Komputer. Ini tentu tidak benar.

Penjelasan :

Masalah tingkatan profesi apakah : Operator, Programmer dan Analyst, ini bukan masalah pilihan jurusan di rumpun Komputer, tetapi masalah tingkat penguasaan. Saya kira akan lebih jujur jika dikaitkan dengan jenjang pendidikan seperti : Operator itu D1, Programmer D3 dan Analyst S1. Namun berkaitan dengan gelar “Analyst”, untuk saat ini saya lebih setuju diarahkan untuk yg berjenjang paling rendah S2 dan telah berpengalaman dalam analisis pemrograman (programming analyst) sekaligus perancangan sistem (sistem analyst).

jadi sebenarnya yang namanya pekerjaan analisis tidak hanya ada di perancangan sistem, di saat kita membuat program juga ada salah satu tahapannya analisis program. Maka seseorang yg telah mahir dalam menganalisis sistem sekaligus pemrograman lah yang layak disebut dengan : Analyst. Masalah di saat penyelesaian proyek dia tidak telibat dalam kegiatan (coding) pemrograman itu masalah waktu dan pembagian kerja, bukan masalah karena ketidak-mampuan.

Ini perlu dijelaskan dan di sosialisasikan agar sebagian orang yg telah memilih rumpun komputer sebagai bidangnya, lalu gara-gara dia kesulitan dalam mengembangkan kemampuan pemrogramannya serta merta beralih (atau tepatnya “berdalih” kali) ke profesi yang disebut-sebut “analyst” tadi, dimana analyst didefinisikannya [sendiri] seolah2 tidak perlu memikirkan pemrograman, sehingga dia merasa selamat dari keharusan membuat program.
Jadi Jurusan Sistem Informasi tidak mesti dikaitkan ke : Analyst, dan Informatika tidak mesti dikaitkan ke : Programmer lalu Sistem Komputer tidak mesti dikaitkan ke : Teknisi. Masalah penjenjangan di bidang komputer sebenarnya belum ada yang baku benar, tetapi model jenjang : Operator – Programmer – Analyst telah lama digunakan oleh berbagai kalangan. Saya pikir sehubungan perkembangan pesat di bidang IT, model perjenjangan lama ini pun mesti diperbaharui.

Sumber:
http://www.detikinet.com/index.php/detik.read/tahun/2006/bulan/01/tgl/26/time/102059/idnews/526627/idkanal/331
(dbu)

GOOGLE CHROME (BETA)

15 November 2008

2820302020_14d8760918_o Ada berapa browser yang Anda akrabi? Firefox tentu adalah yang paling disukai. Selain itu. Dulu saya pernah juga mencoba Opera.Sayangnya saya merasa kurang nyaman meskipun banyak yang bilang Opera itu keren.
Kini, kemungkinan besar harus menyambut kedatangan satu browser lagi. Namanya Google Chrome

google-chrome-logo2
Google mengumumkan keberadaan Google Chrome pada 1 September 2008.

Pengumuman ini dibuat dengan menerbitkan buku komik buatan Scott McCloud. (Update: Jika Anda ingin membaca komik itu, silakan download di sini(3,544kb, PDF)) Atau di :
Google on Google Chrome – comic book


Dalam pesan lanjutannya di blog resmi Google, mereka mengatakan bahwa versi beta Chrome akan dirilis di lebih dari 100 negara pada 2 September 2008. Google mengatakan bahwa Chrome itu lebih cepat, lebih stabil dan lebih aman dibanding pesaing-pesaingnya.
Chrome dikabarkan mengambil fitur tab seperti peramban yang lain. Tabs itu terletak di bagian atas jendela, bukan di dalam jendela. Tiap tab mempunyai memori dan proses sendiri. Untuk mengatur tab dan proses, Chrome akan mempunyai Task Manager, sama seperti sistem operasi.
Akan seperti apa ya Google Chrome itu? Apakah dia mampu memalingkan kesetiaan pada Si Rubah Api?
Anda ingin mendownload Google Chrome www.google.com/chrome

google-chrome-screenshot

download-300x99

Google Chrome diklaim sebagai browser tercepat yang ada saat ini. Saya juga belum mengetahui seberapa cepat browser ciptaan google ini. Denger-denger cerita Chrome diciptakan oleh google untuk menandingi IE di operating sistem buatan Microsoft.

google_chrome_benchmark_overall

chrome_subbenchmark_png

Secara tampilan, Chrome sangat sederhana, hanya terdiri dari sebuah window yang memiliki beberapa tab untuk membuka sebuah situs baru. Menu settingan untuk browser ini terletak dibagian kanan atas. Jika kita melakukan setting pada network, menu settingan akan sama dengan settingan pada IE yang menggunakan fasilitas windows.

overview_full

Beberapa kelebihan yang diunggulkan google diantaranya:
1. Menggunakan engine google gears yang selama ini menjadi cikal bakal     chrome, Dan merupakan plugins yang dapat dinikmati di firefox.
2. Menggunakan Javascript Virtual Machine bernama V8 yang bertujuan     mempercepat proses loading javascript yang semakin dominan dalam     aplikasi online.
Satu hal yang unik dari Chrome adalah soal penggunaan kapasitas memory pada komputer. Jika Browser lain mengakumulasikan dari keseluruhan Tab yang dibuka oleh browser tersebut, maka Chrome memisahkan pemakaian memory dari setiap Tab yang kita buka. Apakah hal ini memang disengaja atau karena masih versi beta?
Satu kekurangan yang saya rasakan saat menggunakan Chrome jika dibandingkan dengan Firefox yang selalu saya gunakakan adalah belum adanya fasilitas plugin untuk browser ini.
Yang jelas yang saya rasakan sangat terkesima dengan kecepatannnya, membuka browsernya pun cepat (tidak seperti Firefox yang agak lama, setidaknya ketika diinstal banyak plugin seperti di tempat saya). Sangat cepat sekali terbuka halaman demi halaman, terutama yang intensif menggunakan Java Script, yang biasanya saya rasakan sedikit lambat. Dengan Google Chrome, semuanya menjadi “relatif” lebih cepat.
Google on Google Chrome – comic book
CNET:
Google ‘Starting From Scratch’ with Own Browser, Chrome
Sumber Lain :

www.google.com/chrome


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.